Sabtu, 24 Januari 2015

The Last Person Standing : Chapter 3

Yosh minna~ apa kabar hari ini? baik kan? kalau kabarnya baik, alhamdulillah dulu dah, baru baca fanfic The Last Person Standing bagian 3 ~! cekitbrottttt~


The Last Person Standing chap. 3

Siang itu, Morida tengah berjalan bersama Samuel menuju tempat Samuel dan teman temannya berlatih dan mengasah kemampuan mereka, kebetulan sekali tujuan hidup mereka berdua sekarang sama, membalas dendam kepada para mafia. Diperjalanan mereka bertemu salah seorang pemuda yang bersuraikan silver, tengah berjalan berlawanan arah dengan Morida dan Samuel, ternyata itu salah satu teman Samuel.

Pemuda silver itu tersenyum ke arah mereka, Samuel juga membalas senyuman pemuda silver itu, Morida melirik ke arah Samuel seraya berkata, "Temanmu?" tanya Morida dengan jari telunjuknya menunjuk ke arah pemuda silver itu, "Iya, dia namanya Louis" jawab Samuel enteng, "Begitu..." respon Morida biasa.

Semakin lama pemuda silver bernama Louis itu semakin mendekat, lalu berhenti di hadapan Morida dan Samuel. "yo Louis, apa yang kau lakukan di sekitar sini?" Tanya Samuel kepada Louis, "yaah, hanya berjalan berjalan," jeda sejenak, kemudian Louis melirik ke arah Morida, "ah, kau Morida Geonardo Sakurai kan? aku Louis, salam kenal.." ucah Louis ramah, "um- ya- salam kenal..." ucap Morida sedikit ketus, dan membuang mukanya sehingga ia tidak dapat melihat dua pemuda yang sedang berbincang.

Samuel hanya tersenyum melihat Morida, kemudian kembali melirik ke arah Louis yang berada di hadapannya, "oh ya Louis, Morida akan bergabung bersama kita" ucap Samuel, "benarkah? syukurlah, kita mendapatkan anggota baru lagi.." balas Louis.

Morida hanya mendengar pembicaraan mereka, pembicaraan kedua pemuda itu hanya berlangsung selama sepuluh menit, namun pandangan Morida terpaku kepada satu titik, dimana mata gelap milik Morida melihat sekumpulan orang orang yang tidak asing baginya, seperti pernah ia lihat, seketika sebuah bayangan di pikirannya muncul, bayangan dimana kejadian dua tahun lalu saat ayahnya mati di tangan para mafia teringat kembali. Kenapa kejadian itu teringat kembali?. Lalu lamunannya terpecahkan saat tubuhnya di guncangkan oleh Samuel.

"Morida-san? Kau baik baik saja?" Tanya Samuel sedikit khawatir.

"ah iya, tidak apa apa..." Morida melihat ke arah mafia berada, namun para mafia itu tidak ada, tempat yang di datangi para mafia pun sudah porak-poranda, apa yang terjadi? Pikir Morida, Louis mengayunkan tangannya ke atas dan ke bawah di hadapan Morida. "Morida-san?" tanya Louis kepada Morida, "kau melihat apa?" sahut Samuel. "Tadi...aku melihat. . . . . . mafia.." Hening sesaat, Samuel dan Louis mengerjapkan mata mereka, dua detik, mereka langsung mencerna jawaban Morida, "MAFIA?!" kejut mereka bersamaan, "dimana mereka?" tanya Samuel, "haaa- mereka sudah pergi. Aku baru menyadari nya.." ujar Morida biasa. Louis menghela nafas "yasudalah, biarkan saja. oya kalian ingin kemana tadi?" Tanya Louis. "sebenarnya sih gak tau, aku hanya mengikuti Samuel..." Jawab Morida. "begitu, yasudah.. jaa~" Louis melambaikan tangannya kepada kedua orang itu lalu berlalu dari hadapan mereka.

Begitu juga dengan Morida dan Samuel, mereka melanjutkan perjalanan mereka, mungkin hari ini mereka belum bisa pergi ke tempat berlatihnya Samuel dan teman temannya. Entah dengan alasan yang tidak pasti, memang gak ada alasan sih.


Kini mereka merubah tujuan mereka, yang awalnya tidak jelas, menjadi jelas, tujuan mereka kini adalah: Hutan. Ya, hutan. Hanya ingin memburu, untuk mengisi waktu luang mereka, lagipula Samuel sudah membawa peralatan untuk berburu, seperti; busur dan anak panah, pistol dan lain lain.

Sampai di hutan, mereka langsung menuju ke arah sungai yang berada tidak jauh dari lokasi mereka sekarang. Setapak demi setapak mereka melangkah, akhirnya mereka sampai di pinggir sungai, Morida melepas jaketnya dan sepatu kets nya kemudian melempar kedua benda itu ke sembarang arah, sementara Samuel bersiap siap dengan panahnya, bahkan dia sudah mengarahkan anak panahnya ke arah sungai, sudah jelas Samuel ingin memanah ikan, tentu saja untuk makan malam mereka di hutan itu, mungkin mengasyikan?

"hm.. samuel, aku akan mencari daging di tengah hutan saja" Ucap Morida kepada Samuel, lalu berlalu dari pinggir sungai.

"baiklah" sahut Samuel.

Hari mulai beranjak malam, namun Morida belum tiba, "Apa Morida-san baik baik saja? Kenapa belum kembali?" Pikir Samuel, sesekali Samuel menengok ke arah hutan yang gelap itu, rasa khawatir menyelimuti diri Samuel, namun Samuel masih menunggu kehadiran Morida, mungkin sebentar lagi Morida datang.

Dua jam berlalu, Morida masih belum muncul, apa yang sebenarnya terjadi kepada Morida? Tanpa berpikir panjang Samuel langsung memasuki hutan yang gelap itu dan segera mencari Morida.

-To be continue-

Saa minna~ ceritanya biasa ya? :' entar deh di The Last Person Standing bagian 4 , Lee bakalan bikin ceritanuya menjadi tegang deh... kalau gak tegang, tegangin ajah ;v oke~ nantikan The Last Person Standing bagian 4 ~! jaa matta na~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar